CINTA KASIH
PENGERTIAN CINTA KASIH
Cinta
adalah perasaan yang lahir dari hati seseorang, timbul dengan sendirinya, tidak
melihat waktu dan usia, suatu asa untuk ingin menyayangi dan memiliki, seperti
perasaan cinta ibu kepada anak nya, perasaan cinta tuhan kepada umat nya yang
bertaqwa. Cinta kasih bersumber
pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa
tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab.
Apabila
dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah perasaan kasih sayang,
kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku
yang bertanggung jawab.
UNSUR UNSUR CINTA
Unsur-unsur
dasar cinta menurut Erich Fromm :
Perhatian
Tidaklah
kamu dikatakan mencinta, jika kamu tidak memiliki perhatian terhadap apa yang
kamu cintai. Jika
kamu mencintai pasangan hidupmu, harus kamu tunjukkan dalam perhatian yang
tulus kepadanya. Perhatian terhadap kondisinya, perhatian terhadap perasaannya,
perhatian terhadap keinginannya, perhatian terhadap keluarga besarnya,
perhatian terhadap aktivitasnya, perhatian terhadap hobinya, dan lain
sebagainya.
Tanggung Jawab
Dalam
dimensi kemanusiaan, jika kamu benar mencintai kekasih hatimu, maka kamu sangat
bertanggung jawab atas keselamatan dan kebahagiaan dirinya. Tanggung jawab
dalam arti sesungguhnya adalah suatu tindakan yang sepenuhnya bersifat
sukarela.
Rasa Hormat
Dalam
dimensi kemanusiaan, respect bukanlah merupakan perasaan takut dan terpaksa.
Rasa hormat merupakan kemampuan untuk melihat seseorang sebagaimana adanya,
menyadari individualitasnya yang unik. Rasa hormat berarti kepedulian bahwa
seseorang tumbuh dan berkembang secara unik, dan mungkin saja berbeda dengan
dirinya.
Pengetahuan
Dalam
dimensi kemanusiaan, cinta pun harus dibangun dengan ilmu, tidak boleh membabi
buta. Mengetahui koridor, batasan dan pedoman mencintai. Mengetahui sesuatu
yang dicintai. Mengenali orang yang dicintai ---bahwa dirinya memang layak
dicintai.
Dr.
Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsur,
yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah
perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu
adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda
dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti
Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan
seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin
membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya
ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
PENGERTIAN SEGITIGA CINTA
Seorang psikolog
Amerika, Robert J. Sternberg, mengembangkan Teori Segitiga Cinta.
Menurut beliau, semua jenis hubungan, baik itu hubungan pertemanan, kekasih,
pasangan hidup ataupun belahan jiwa, memiliki salah satu dari 3 elemen ini;
KEINTIMAN, GAIRAH dan KOMITMEN.
1) Intimasi adalah
aspek emosi dari cinta. Intimasi pada awal hubungan tumbuh dengan baik, tapi
kalau tidak dirawat bisa menurun ke titik nol. Bila relasi dan komunikasi tidak
bertumbuh dengan baik intimasi menjadi mati.
2) Passion
atau gairah adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah
ini punya peranan penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat
untuk bersatu dengan yang dicintai. Pada mulanya passion bertumbuh cepat dan
sangat kuat, sampai tidak lama kemudian passion ini jadi kebiasaan. Passion
punya segi motivasi yang berkekuatan positif. Inilah yang memikat anda kepada
seseorang. Ini cepat berkembang dan bisa juga cepat mati. Sisi negatifnya
adalah jika hubungan sudah saling menyakitkan maka daya tarik tadi lama
kelamaan memudar.
3) Sisi komitmen merupakan
sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk memelihara cinta.
Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali bertemu dengan
yang dicintai, dan bertumbuh ketika semakin saling mengenal satu dengan
lainnya. Kuncinya saling mengenal dan menghargai. Bila relasi melemah maka
komitmen juga cenderung melemah.
CINTA MENURUT AJARAN
AGAMA
Cinta Menurut Agama Kristen
Korintus
13:4. Kasih itu sabar;
kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak
sombong.
13:5 Ia tidak melakukan
yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah
dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala
sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Matius
5:44 Tetapi Aku berkata
kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Cinta
Menurut Agama Hindu
Hindu adalah agama Cinta
Kasih. Agama yang amat luwes, agama yang berdasarkan pada Cinta Kasih, agama
yang memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga agama yang dijalankan di dalam Cinta
Kasih. Agama Hindu amat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya
kepada sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup. Cinta kasih
kepada sesama anggota keluarga, kepada sesama umat manusia tidak dipandang
sebaga cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa seluruh dunia adalah sebuah
keluarga besar sangat membantu orang untuk mengembangkan cinta kasih universal
ini.
Cinta Menurut Agama
Buddha
Nikaya Pali juga memuat
satu kata cinta yang berbeda dengan cinta yang telah disebutkan di atas, cinta
kasih yang dipancarkan secara universal (tak terbatas) kepada semua makhluk dan
cinta kasih yang tanpa pamrih, yaitu: Metta.
Metta adalah bagian
pertama dari empat kediaman luhur (Brahma Vihara) atau empat keadaan yang tidak
terbatas (Apamanna). Bagian lainnya, yaitu Karuna (kasih sayang), Mudita
(simpatik), dan Upekkha (keseimbangan batin).
Metta adalah rasa
persaudaraan, persahabatan, pengorbanan, yang mendorong kemauan baik, memandang
makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk
membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan
jahat (byapada).
Metta berbeda dengan piya, pema, rati, kama,
tanha, ruci dan sneha yang hanya menimbulkan nafsu dan kemelekatan.
Pengembangan Metta dapat mengantarkan kita pada pencapaian kedamaian Nibbana
(Mettacetto vimutti), seperti yang dinyatakan Sang Buddha dalam Dhammapada 368:
"Apabila seorang bhikkhu hidup dalam cinta
kasih dan memiliki keyakinan terhadap Ajaran Sang Buddha, maka ia akan sampai
pada Keadaan Damai (Nibbana), berhentinya hal-hal yang berkondisi
(sankhara)"
Cinta Menurut Agama
Islam
Dalam Qur'an cinta memiliki beberapa pengertian,
1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta
mengebu-gebu, membara dan "nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis
mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan
dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir
lain.
2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh
kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki
cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih
meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya
dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
3. Cinta mail, adalah jenis cinta
yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga
hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al
Qur'an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta
kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.
4. Cinta syaghaf adalah cinta yang
sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta
jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila dan lupa diri.
BENTUK-BENTUK CINTA
CINTA KEPADA SESAMA
Contoh bentuk cinta terhadap manusia adalah :
•
Memberi perhatian kepada seseorang, seperti saat teman dalam
keadaan susah dengan membantunya dan mengingatkan untuk selalu berbuat
kebaikan.
•
Memberikan kasih sayang, seperti kepada anak yatim piatu dengan
cara membagikan kebahagian kepada mereka.
•
Memberi bantuan kepada yang membutuhkan,seperti kepada orang yang
terkena musibah.
•
Yang terpenting dalam menunjukan rasa cinta terhadap sesama adalah
dengan bersikap ramah kepada orang disekitar kita, berlaku sopan, dan peduli
terhadap orang lain.
CINTA KEPADA ALAM
Contoh bentuk cinta terhadap alam adalah :
•
Merawat lingkungan sekitar kita, seperti tidak merusak tanaman /
rumput, tidak membuat polusi udara dengan merokok dan membakar sampah sembarang,
dan tidak membuang sampah sembarangan.
•
Menanam pohon disekitar kita, dan jika menebang pohon melakukan
penanaman kembali
CINTA KEPADA TUHAN
Contoh bentuk cinta terhadap tuhan adalah :
•
Menjalankan segala perintahnya dan menjahui larangannya
•
Selalu ingat kepadanya saat senang maupun duka
Contoh hadist tentang cinta kepada tuhan
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
“Barang siapa yang mencintai karena Allah,
membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah.
Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman.”
BENTUK BENTUK KASIH SAYANG
Kasih sayang tidak secara mutlak didefinisikan sebagai suatu
bentuk emosi, melainkan perasaan yang diberikan oleh satu orang ke seseorang,
atau sesuatu lainnya.
Kasih sayang merupakan sesuatu yang mengalir di antara manusia,
diterima, dan diberikan. Untuk memberikan maupun merasakan kasih sayang,
seseorang membutuhkan suatu bentuk usaha. Dalam hubungannya antara satu makhluk
dan makhluk lain, kasih sayang berbentuk non-seksual, di mana setiap orang yang
memiliki rasa cinta terhadap orang lain bisa merasakannya. Hal ini dibuktikkan
dengan adanya kasih sayang yang timbul dari rasa cinta seorang ibu kepada
anaknya, seorang kakak kepada adiknya, dan tentu saja seorang pria kepada
wanita, ataupun sebaliknya. Ditambah lagi, definisi kasih sayang bukanlah
sesuatu yang hanya diberikan antar-manusia, melainkan juga kepada spesies
lainnya. Manusia bisa merasakan dan memberikan kasih sayang kepada hewan
peliharaannya, baik itu kucing, anjing, maupun hewan lainnya.
BENTUK
KEMESRAAN
Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan
adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas
manusia.
Mesra tidak hanya untuk
orang yang sudah berumah tangga atau berpasangan saja, tetapi juga bisa
dilakukan kepada orang tua, saudara, dan teman. Karena mesra juga merupakan
bentuk kasih sayang, hanya saja mungkin caranya yang berbeda antara bermesraan
dengan orang tua dan dengan pasangan. Mesra bisa dilakukan kepada siapa saja,
dimana saja, dan kapan saja. Berikut adalah beberapa contoh kemesraan, yaitu:
1. Antara
suami-istri melakukan hubungan intim,
2. Antara
ibu yang memberi kasih sayang kepada anaknya,
3. Antara
sahabat yang memberi pelukan disaat sahabatnya sedang sedih,
4. Antara
tangan yang berjabat dalam sebuah pertemanan.
PEMUJAAN
Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu
yang kita senangi. Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja
pada leluhur, memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang ada. Pemujaan pada
leluhur adalah suatu kepercayaan bahwa para leluhur yang telah meninggal masih
memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih
hidup. Dalam beberapa budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan
pemujaan leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada
orang hidup dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari
leluhur. Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan
nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga,
serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.
Pemujaan dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang
dimilikinya. Manusia telah berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Hal
ini dapat diwujudkan dengan mengagumi dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam
mencari bentuk-bentuk pemujaan dapat berupa ibadah sebagai media komunikasi
antara manusia dengan Tuhan, membangun tempat ibadah yang sebaik-baiknya,
mencipta lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya yang bertema mencintai Sang
Pencipta.
BELAS KASIH
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati
dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu
sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar
ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian.
Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas
kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang
berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang
berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya
sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah
hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti
individu belas kasih yang sering diberi milik kedalaman,kekuatan
atau gairah . Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan
aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain.. Hal ini sering,
meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam
konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut
Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang
lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda.
SUMBER
Comments
Post a Comment