Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Alamiah Dasar
IPTEK (Ilmu, Pengetahuan, Teknologi), ilmu pengetahuan merupakan
landasan bagi teknologi. Produk IPTEK antara lain:
1. Yang
mensejahterakan manusia
· Dapat
berjalan di permukaan bulan
· Dapat
terbang seperti burung
· Dapat
menyelam seperti ikan
· Komunikasi
(audio-video) jarak jauh
2. Yang
menghancurkan kehidupan
· Senjata
nuklir
· Senjata
biologi
· Senjata
kimia
Sekilas rasa ingin tahu :
1. Ilmu
pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu
2. Merupakan
ciri khas manusia yang tidak dimiliki makhluk lain. Jika hewan memiliki rasa
ingin tahu itu sekedar instinct (naluri)
3. Rasa
ingin tahu manusi berkembang, setelah mengetahui “APA”, kemudian “MENGAPA”, dan
“BAGAIMANA”. Karena berlangsung berabad-abad, maka terjadi akumulasi
pengetahuan, sehingga terjadi pembendaharaan pengetahuan.
Pengetahuan
dikatakan ilmiah jika memenuhi empat kriteria:
1. Objektif
: sesuai dengan subjeknya, dapat dibuktikan kebenarannya dengan cara empiric.
2. Metodik
: diperoleh dengan cara tertentu yang teratur, cara itu merupakan metode
ilmiah.
3. Sistematik
: tersusun dalam suatu sistem yang saling berkaitan, saling menjelaskan dan
seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
4. Berlaku
umum : tidak hanya berlaku untuk beberapa orang satu kelompok tertentu, dengan cara
eksperimen yang sama akan memperoleh hasil yang sama, dan konsisten.
Langkah
Pokok Metode Ilmiah :
1. Perumusan
Masalah : berupa pertanyaan apa, bagaimana, atau mengapa tentang suatu objek
yang diteliti.
2. Penyusunan
hipotesis : merupakan pernyataan kemungkinan jawaban, jadi merupakan jawaban
sementara yang harus diuji kebenarannya melalui pengamatan.
3. Pengujian
Hipotesis : upaya pengumpulan fakta yang relevan, fakta dapat diamati secara
langsung ataupun tidak langsung.
4. Penarikan
Kesimplan : berdasar analisis fakta yang terkumpul untuk menerima atau menolak
hipotesis, kesimpulan ini merupakan pengetahuan yang kebenarannya telah teruji
secara ilmiah (meskipun sifatnya tetap tentative).
Keterbatasan Metode Ilmiah :
Keterbatasan Metode Ilmiah :
1. Tidak
mampu menjangkau/membuktikan kebenaran Wahyu Illahi. Kebenaran wahyu Illahi
bersifat mutlak. Fakta dari proses metode ilmiah sekedar membuktikan/mendukung
kebenaran wahyu Illahi.
2. Tidak
menjangkau kebenaran berdasarkan sistem nilai, ukuran baik dan buruk, ukuran
senang dan tidak senang, dll.
3. Tidak
mampu menjangkau keindahan seni.
4. Kesimpulan
ilmiah bersifat tentative. Fakta untuk menarik kesimpulan berdasarkan hasil
pengamatan/pengukuran. Sedangkan indera atau alat ukur apapun tetap memiliki
keterbatasan. Akibatnya fakta yang dikumpulkan bisa tidak lengkap atau keliru
yang akhirnya kesimpulan juga dapat keliru. Kesimpulan dianggap benar sebelum
ada kesimpulan baru yang menolaknya, atau fakta-fakta baru yang justru
memperkuatnya.
Kelebihan
Metode Ilmiah :
Karena
ilmu pengetahuan diperoleh melalui metode ilmiah, hal ini akan menumbuhkan
sikap ilmiah yang sangat terpuji, yaitu:
1. Mencintai
kebenaran objektif, bersikap jujur dan adil.
2. Tidak
percaya pada takhayul, astrologi, dan untung-untungan.
3. Memupuk
hasrat ingintahu.
4. Bersikap
optimis dan teliti.
5. Rendah
hati (tidak sombong)
6. Menghormati
perbedaan (pendapat dan keyakinan)
7. Semakin
yakin terhadap kebesaran Allah SWT
8. Tidak
mudah percaya, apalagi tanpa bukti nyata dan rasional
Langkah
metode ilmiah yang lebih lengkap :
1. Mengidentifikasi/menyatakan
masalah
2. Merumuskan
hipotesis
3. Mendesain
observasi/eksperimen/pengamatan
4. Melaksanakan
observasi/eksperimen
5. Mengumpulkan
dan menganalisis data
6. Mengulang
observasi/eksperimen
7. Menarik
kesimpulan.
Peranan
Matematika dalam Sains:
1. Awal
manusia mulai menulis dan berhitung adalah bersamaan, menurut perkiraan dimulai
sejak 12.000 tahun silam.
2. Tulisan
merupakan symbol dari apa yang dipikirkan/diimajinasikan.
3. Sejak
awal, matematika merupakan alat bantu untuk mengatasi masalah, utamanya yang
berkaitan dengan komputasi.
4. Dalam
perkembangan selanjutnya, sumbangan matematika dalam sains (IPA) adalah mutlak.
5. Banyak
matematikawan yang memberikan sumbangan kepada sains, seperti Phythagoras,
Copernicus, Keppler, Galileo-Galilei, Huygens, dll. Kebanyakan orang yang ahli
sains dalam bidang tertentu juga paham tentang matematika dalam bidang tertentu
juga.
IPA
Kualitatif :
1. Berdasarkan
fakta empiric (hasilnya sangat tergantung pada indera dan alat).
2. Diperoleh
dengan menggunakan metode induktif yang obyektif. Bukan berdasarkan deduksi filosofis.
IPA yang demikian tidak mampu menjawab pengetahuan yang bersifat sebab-akibat.
3. Hanya
mampu menjawab hal-hal yang faktual.
IPA
Kuantitatif :
1. Berdasarkan
perhitungan matematik (hasilnya sangat tepat dan ideal)
2. Diperoleh
dengan menggunakan model yang sangat ideal (sesuai dengan keinginan)
3. Mampu
menjelaskan ilmu pengetahuan yang bersifat kausal (sebab-akibat), tetapi sangat
sulit untuk mendapatkan hasil perhitungan yang sesuai dengan fakta empiric.
Comments
Post a Comment